Spread the loveOleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H. Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum – Konsentrasi Hukum Bisnis, Universitas Kristen Indonesia Kelulusan selalu menjadi momentum yang membahagiakan. Setelah bertahun-tahun belajar, mengerjakan tugas, mengikuti ujian, dan berjuang menyelesaikan pendidikan, akhirnya seseorang memperoleh ijazah sebagai tanda bahwa satu tahap kehidupan telah berhasil dilalui. Keluarga tentu bangga, foto wisuda dibagikan di media sosial, ucapan selamat berdatangan, dan berbagai harapan mulai disampaikan. Namun menurut saya, di balik kebahagiaan tersebut ada satu hal penting yang jangan sampai dilupakan: kelulusan bukanlah garis akhir. Kelulusan justru merupakan pintu masuk menuju kehidupan yang sesungguhnya. Pendidikan formal tetap mempunyai peranan yang sangat penting. Ijazah merupakan bukti bahwa seseorang telah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan dan memperoleh pengetahuan sesuai bidang yang dipelajarinya. Tetapi kehidupan setelah lulus tidak hanya menanyakan, “Apa gelarmu?” Dunia kerja, dunia usaha, dan kehidupan sosial juga akan bertanya: apa yang bisa kamu kerjakan, masalah apa yang mampu kamu selesaikan, apakah kamu mampu berkomunikasi dengan baik, bekerja sama dengan orang lain, serta mempunyai disiplin, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar. Karena itu, ijazah sebaiknya tidak dipandang sebagai jaminan otomatis untuk memperoleh pekerjaan atau kesuksesan. Ijazah adalah modal awal. Setelah itu, setiap orang harus terus meningkatkan kemampuan dirinya. Perubahan dunia berlangsung sangat cepat. Teknologi berkembang, pola kerja berubah, jenis pekerjaan baru bermunculan, sementara pekerjaan tertentu mulai membutuhkan kemampuan yang berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Karena itu, lulusan sekolah maupun perguruan tinggi harus mempunyai semangat untuk terus belajar. Kemampuan menggunakan teknologi, berkomunikasi, menjual, bernegosiasi, mengelola keuangan, memimpin, bekerja dalam tim, menyelesaikan masalah, hingga membangun jaringan merupakan keterampilan yang dapat memberikan nilai tambah. Menurut saya, seseorang yang mempunyai banyak keterampilan akan mempunyai lebih banyak pilihan dalam kehidupan. Ketika satu kesempatan tertutup, ia masih mempunyai kemampuan untuk mencari jalan yang lain. Salah satu tantangan setelah lulus adalah harapan yang terlalu tinggi terhadap pekerjaan pertama. Ada yang merasa setelah memperoleh gelar harus langsung mendapatkan pekerjaan besar, jabatan bagus, atau pendapatan tinggi. Tentu kita semua menginginkan kehidupan yang lebih baik. Tetapi pengalaman mengajarkan bahwa hampir semua perjalanan besar dimulai dari langkah kecil. Pekerjaan pertama mungkin belum sesuai harapan. Gaji pertama mungkin belum besar. Jabatan pertama mungkin masih sangat sederhana. Tetapi apabila dari pekerjaan tersebut kita mendapatkan pengalaman, keterampilan, disiplin, jaringan, dan pemahaman mengenai dunia kerja, semua itu merupakan investasi untuk masa depan. Jangan malu memulai dari bawah. Yang lebih penting adalah jangan berhenti bertumbuh. Anak muda juga jangan hanya menunggu lowongan pekerjaan. Apabila mempunyai kemampuan dan keberanian, kita dapat mencoba menciptakan peluang sendiri. Usaha dapat dimulai dari kemampuan yang kita miliki, baik dalam bidang desain, teknologi, memasak, perdagangan, jasa administrasi, fotografi, pemasaran digital, pendidikan, maupun berbagai bidang lainnya. Tidak harus langsung menjadi usaha besar. Mulailah dari apa yang bisa dilakukan hari ini. Dari satu pelanggan, satu produk, satu keterampilan, dan satu kesempatan. Banyak usaha besar pada akhirnya tumbuh dari keberanian seseorang memulai sesuatu yang awalnya terlihat kecil. Dalam dunia kerja dan usaha, jaringan atau relasi memang penting. Kita membutuhkan orang lain untuk mendapatkan informasi, peluang, pengalaman, bahkan kerja sama. Namun relasi tidak boleh menjadi satu-satunya kekuatan. Relasi mungkin dapat membukakan pintu, tetapi kompetensi dan karakterlah yang menentukan apakah kita mampu bertahan setelah pintu tersebut terbuka. Karena itu, bangunlah jaringan dengan cara yang sehat. Kenali banyak orang, belajar dari mereka yang lebih berpengalaman, dan jaga kepercayaan. Tetapi pada saat yang sama, teruslah meningkatkan kemampuan diri. Menurut saya, dunia kerja tidak hanya membutuhkan orang pintar. Dunia kerja membutuhkan orang yang dapat dipercaya, datang tepat waktu, bertanggung jawab, mau belajar, mampu menjaga perkataan, dan tetap rendah hati ketika berhasil. Seseorang mungkin mempunyai pendidikan tinggi, tetapi apabila tidak mempunyai disiplin dan integritas, maka kemampuannya akan sulit berkembang secara maksimal. Sebaliknya, orang yang terus belajar, rajin bekerja, menjaga kepercayaan, dan mau memperbaiki diri akan mempunyai peluang yang semakin besar dari waktu ke waktu. Setelah lulus, salah satu tekanan terbesar anak muda sering datang dari kebiasaan membandingkan diri. Teman sudah bekerja, teman sudah menjadi pegawai perusahaan besar, teman sudah membuka usaha, atau teman sudah membeli kendaraan, sementara kita mungkin masih mencari pekerjaan atau baru mulai membangun kehidupan. Menurut saya, perjalanan setiap orang berbeda. Tidak semua orang harus berhasil pada umur yang sama dan tidak semua orang harus mempunyai jalan kehidupan yang sama. Yang terpenting adalah kita mengetahui arah yang ingin dituju dan terus bergerak memperbaiki kehidupan. Karena itu, kepada anak-anak muda yang baru menyelesaikan pendidikan, rayakanlah kelulusan dengan penuh rasa syukur. Berterima kasihlah kepada orang tua, keluarga, guru, dosen, dan semua pihak yang telah membantu perjalanan pendidikan. Tetapi setelah perayaan selesai, mulailah memikirkan langkah berikutnya. Tingkatkan keterampilan, bangun jaringan, cari pengalaman, belajar mengelola keuangan, berani mencoba usaha, jangan takut gagal, dan yang paling penting, jangan pernah merasa bahwa proses belajar telah selesai hanya karena kita sudah mendapatkan ijazah. Ijazah dapat membuka pintu pertama, tetapi keterampilan, keberanian, kerja keras, karakter, dan kemauan untuk terus belajar yang akan membawa kita berjalan lebih jauh. Kelulusan boleh dirayakan hari ini, tetapi masa depan harus mulai dipersiapkan sejak sekarang. Navigasi pos PRODUK IMPOR ILEGAL JANGAN DIBIARKAN MEMBANJIRI PASAR: UMKM DAN INDUSTRI DALAM NEGERI HARUS DILINDUNGI JOKO WIDODO SETELAH MENJADI PRESIDEN: JABATAN BOLEH BERAKHIR, PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT JANGAN BERHENTI