Viral Video Deretan Kendaraan Koperasi Jadi Sorotan, Binton Nadapdap: UMKM dan Pedagang Harus Jadi Prioritas
DEPOK – Sebuah video yang memperlihatkan deretan kendaraan bertuliskan koperasi viral di media sosial dan memancing beragam tanggapan dari masyarakat. Video tersebut ramai dibagikan di berbagai platform digital dan dikaitkan dengan program penguatan koperasi serta pemberdayaan ekonomi rakyat yang belakangan menjadi perhatian publik.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah kendaraan berjejer rapi di sebuah lokasi terbuka. Narasi yang menyertai video tersebut kemudian memunculkan diskusi luas di tengah masyarakat mengenai peran koperasi, program ekonomi kerakyatan, hingga dampaknya terhadap pelaku usaha kecil dan pedagang tradisional.
Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Kota Depok Komisi A dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Binton Jhonson Nadapdap.,S.Sos.,S.H.,M.M.,M.H. dan saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPD Kota Depok, mengatakan bahwa setiap program yang berkaitan dengan koperasi dan ekonomi rakyat pada dasarnya memiliki tujuan baik apabila benar-benar dijalankan untuk kepentingan masyarakat.
Menurut Binton, koperasi sejak dahulu dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi kerakyatan yang mampu membantu masyarakat kecil, pedagang, dan pelaku UMKM untuk berkembang.
“Koperasi itu sejatinya dibangun untuk memperkuat ekonomi rakyat. Kalau dikelola dengan baik, transparan, dan benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil, tentu dampaknya bisa sangat positif,” ujar Binton saat dimintai tanggapan, Kamis (28/5/2026).
Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap program yang mengatasnamakan koperasi tidak hanya berhenti pada pencitraan atau seremoni semata, tetapi harus benar-benar memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Yang paling penting bukan sekadar ramai di media sosial, tetapi bagaimana program tersebut benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat. Pedagang kecil, UMKM, dan masyarakat bawah harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Binton menilai pemerintah maupun pihak terkait perlu memastikan bahwa koperasi dapat menjadi wadah pemberdayaan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan program yang pada akhirnya justru merugikan masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat hanya dijadikan objek program tanpa ada dampak ekonomi yang nyata. Koperasi harus mampu membantu permodalan, distribusi usaha, hingga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Binton juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap pedagang kecil yang saat ini menghadapi tantangan ekonomi yang cukup berat. Menurutnya, keberadaan koperasi seharusnya bisa menjadi solusi untuk membantu masyarakat bertahan dan berkembang.
“Pedagang kecil hari ini butuh dukungan nyata. Mulai dari akses modal, pendampingan usaha, hingga kemudahan pemasaran. Kalau koperasi berjalan dengan baik, maka ekonomi masyarakat juga akan ikut bergerak,” ungkapnya.
Viralnya video tersebut juga memunculkan beragam komentar dari netizen. Sebagian masyarakat menyambut positif karena dianggap menunjukkan adanya perhatian terhadap ekonomi kerakyatan, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan efektivitas dan keberlanjutan program-program koperasi di lapangan.
Meski demikian, Binton mengajak masyarakat untuk tetap melihat persoalan secara objektif dan tidak mudah terpancing oleh opini yang berkembang di media sosial tanpa mengetahui fakta secara utuh.
“Masyarakat sekarang kritis, itu bagus. Tetapi kita juga harus bijak melihat setiap informasi yang viral. Yang terpenting adalah bagaimana program-program ekonomi benar-benar memberikan manfaat langsung kepada rakyat kecil,” jelasnya.
Sebagai Anggota DPRD Kota Depok dari Daerah Pemilihan Cinere–Limo dan Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap dikenal aktif mendorong pemberdayaan UMKM, pelaku usaha kecil, dan kegiatan sosial kemasyarakatan di Kota Depok.
Ia berharap semangat membangun ekonomi rakyat melalui koperasi dapat terus diperkuat dengan prinsip transparansi, kejujuran, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil agar tujuan meningkatkan kesejahteraan warga benar-benar dapat tercapai.
“Kita semua ingin ekonomi masyarakat kuat. Karena itu, program apa pun yang dibuat harus berpihak kepada rakyat, bukan hanya menjadi tontonan sesaat,” tutupnya.

