Strategi Pelaku UMKM Menarik Pelanggan Lewat Media Sosial, Dari Konten Kreatif hingga Live Selling ini Harapan Anggota DPRD Komisi A Kota Depok Binton Nadapdap

Spread the love

Depok – Perkembangan media sosial telah mengubah cara pelaku usaha menjalankan bisnis, termasuk bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jika dulu promosi hanya dilakukan melalui spanduk, brosur, atau dari mulut ke mulut, kini media sosial menjadi “etalase digital” utama untuk menarik pelanggan dan meningkatkan penjualan.

Mulai dari TikTok, Instagram, Facebook, hingga WhatsApp kini menjadi senjata baru para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas. Bahkan banyak usaha kecil yang awalnya hanya dikenal di lingkungan sekitar, kini mampu menjangkau pelanggan dari berbagai kota berkat kekuatan media sosial.

Fenomena tersebut terlihat semakin nyata di berbagai daerah, termasuk di Kota Depok. Banyak pelaku UMKM mulai aktif membuat konten promosi, video pendek, live selling, hingga memanfaatkan tren viral untuk meningkatkan penjualan produk mereka. Anggota DPRD Komisi A Kota Depok, dan juga Pengamat sosial sekaligus pegiat UMKM, Binton Jhonson Nadapdap.,S.Sos.,S.H.,M.M.,M.H., menilai media sosial kini menjadi faktor penting dalam perkembangan UMKM modern.

“Sekarang orang jualan bukan hanya soal produk bagus, tapi bagaimana produk itu bisa menarik perhatian di media sosial,” ujar Binton. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat yang lebih banyak menghabiskan waktu di dunia digital membuat pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan pola pemasaran baru. “Kalau dulu orang mencari toko, sekarang orang mencari produk lewat handphone. Jadi pelaku UMKM harus hadir di media sosial,” katanya.

Binton mengatakan, salah satu strategi yang kini banyak digunakan pelaku UMKM adalah membuat konten kreatif yang mampu menarik perhatian pengguna media sosial. Konten tersebut tidak selalu harus mewah, tetapi harus mampu membangun rasa penasaran dan kedekatan dengan konsumen. Mulai dari video proses pembuatan produk, behind the scene usaha, testimoni pelanggan, hingga konten lucu dan edukatif kini menjadi bagian dari strategi pemasaran UMKM.

“Konten yang sederhana tapi konsisten sering kali lebih efektif dibanding promosi mahal,” ujarnya. Fenomena live selling juga menjadi tren baru yang banyak dimanfaatkan pelaku usaha kecil. Melalui siaran langsung di TikTok atau Instagram, penjual dapat berinteraksi langsung dengan calon pembeli sambil menawarkan produk secara real time. Cara tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus mempercepat penjualan. “Live selling sekarang sangat kuat pengaruhnya. Orang jadi lebih percaya karena bisa melihat langsung produk yang dijual,” kata Binton.

Selain itu, penggunaan foto dan video produk yang menarik juga menjadi faktor penting dalam pemasaran digital UMKM. Menurut Binton, tampilan visual kini sangat menentukan keputusan konsumen untuk membeli suatu produk. “Kadang produk biasa saja bisa laku karena foto dan videonya menarik. Ini penting dipahami pelaku UMKM,” katanya. Karena itu, banyak pelaku usaha kini mulai belajar membuat desain sederhana, editing video, hingga teknik fotografi produk menggunakan smartphone.

Menurut Binton, kreativitas menjadi modal utama bagi pelaku UMKM di era digital saat ini. “Di media sosial, kreativitas lebih penting daripada modal besar. Yang unik dan konsisten biasanya lebih mudah dikenal,” ujarnya. Meski demikian, persaingan digital juga semakin ketat. Setiap hari muncul ribuan produk baru yang bersaing mendapatkan perhatian konsumen di media sosial. Karena itu, pelaku UMKM dituntut untuk terus mengikuti tren dan memahami perilaku pasar. “Pelaku usaha harus terus belajar. Jangan cepat puas karena tren di media sosial berubah sangat cepat,” jelas Binton.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun branding usaha agar pelanggan lebih mudah mengingat produk yang dijual. Menurutnya, branding bukan hanya soal logo atau nama usaha, tetapi juga bagaimana usaha tersebut membangun identitas dan kepercayaan di mata konsumen. “Branding itu soal kesan. Ketika orang melihat produk kita, mereka langsung ingat kualitas dan ciri khasnya,” katanya. Selain promosi, media sosial juga dinilai membantu UMKM membangun hubungan lebih dekat dengan pelanggan. Banyak pelaku usaha kini aktif membalas komentar, membuat polling, hingga berinteraksi langsung dengan konsumen untuk menjaga loyalitas pelanggan.

“Sekarang pelanggan suka usaha yang responsif dan aktif berinteraksi,” ujar Binton. Di sisi lain, perkembangan media sosial juga membuka peluang besar bagi anak muda untuk membangun usaha kreatif. Banyak bisnis rumahan kini berkembang pesat karena dipromosikan secara konsisten melalui TikTok dan Instagram. Mulai dari usaha kuliner, fashion lokal, skincare, kopi kekinian, jasa desain, hingga produk handmade kini semakin mudah dikenal publik melalui konten digital.

“Media sosial membuat UMKM punya peluang yang sama untuk berkembang. Bahkan usaha kecil bisa viral dan mendapatkan pasar besar,” kata Binton. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan di media sosial tidak datang secara instan. Dibutuhkan konsistensi, kesabaran, dan kemampuan memahami pasar agar usaha bisa berkembang dalam jangka panjang.“Kadang orang melihat bisnis viralnya saja, tapi tidak melihat proses panjang di belakangnya,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah dan berbagai komunitas bisnis juga perlu lebih aktif membantu pelaku UMKM memahami pemasaran digital agar semakin banyak usaha kecil yang mampu bersaing di era modern. “Pelatihan digital marketing, branding, dan pembuatan konten sangat penting untuk membantu UMKM naik kelas,” katanya. Binton optimistis media sosial akan terus menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan UMKM Indonesia ke depan. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang, bukan dianggap ancaman. “Kalau UMKM mampu memanfaatkan media sosial dengan baik, peluang berkembang sangat besar. Sekarang pasar ada di genggaman tangan,” tegasnya.

Kini, di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi digital, media sosial bukan lagi sekadar tempat hiburan. Bagi para pelaku UMKM, media sosial telah berubah menjadi alat pemasaran paling efektif untuk membangun usaha, menarik pelanggan, dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *