Susah Dapat Pekerjaan, Binton Nadapdap Ajak Generasi Muda Berani Berwirausaha
Depok – Sulitnya mendapatkan pekerjaan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi banyak generasi muda saat ini. Tingginya jumlah pencari kerja yang tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan membuat persaingan semakin ketat. Kondisi ini tidak hanya dirasakan oleh lulusan baru, tetapi juga oleh mereka yang telah memiliki pengalaman kerja. Menanggapi fenomena tersebut, Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H. Mantan pegawai Bank BUMN selama 30 tahun, Binton mengajak generasi muda untuk tidak hanya bergantung pada peluang menjadi karyawan, tetapi mulai berani melihat dunia usaha sebagai alternatif yang menjanjikan. Menurut Binton, tantangan dunia kerja saat ini harus disikapi dengan cara berpikir yang lebih kreatif dan inovatif. Generasi muda perlu membangun mental mandiri dan berani menciptakan peluang bagi dirinya sendiri maupun orang lain. “Memang kita tidak bisa menutup mata bahwa saat ini persaingan mencari pekerjaan semakin berat. Banyak lulusan sekolah dan perguruan tinggi yang harus bersaing mendapatkan jumlah lowongan yang terbatas. Karena itu, saya mengajak generasi muda untuk mulai berani menjadi wirausaha dan membangun usaha sendiri,” ujar Binton.
Persaingan Kerja Semakin Ketat
Binton menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, dan kondisi ekonomi global turut memengaruhi pasar tenaga kerja. Banyak perusahaan kini mencari tenaga kerja dengan kompetensi yang lebih spesifik, sementara jumlah pencari kerja terus bertambah setiap tahun. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kemampuan dan membuka jalan baru melalui kewirausahaan. “Kalau semua orang ingin menjadi pencari kerja, maka persaingannya akan semakin berat. Tetapi jika semakin banyak anak muda menjadi pencipta lapangan kerja, maka manfaatnya akan jauh lebih besar bagi masyarakat,” katanya. Ia menilai bahwa pola pikir kewirausahaan perlu mulai ditanamkan sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun lingkungan keluarga.
Wirausaha Bukan Pilihan Kedua
Selama ini, masih banyak masyarakat yang menganggap menjadi pengusaha sebagai pilihan kedua setelah gagal mendapatkan pekerjaan. Menurut Binton, cara pandang tersebut harus diubah. Ia menegaskan bahwa menjadi wirausaha merupakan profesi yang memiliki nilai strategis karena mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan perekonomian daerah, dan membantu mengurangi angka pengangguran. “Jangan pernah menganggap usaha sebagai pilihan terakhir. Justru banyak pengusaha sukses yang memulai usahanya dari skala kecil dan kemudian berkembang menjadi bisnis besar yang memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujarnya. Binton menambahkan bahwa kemajuan teknologi digital saat ini membuat peluang usaha semakin terbuka lebar. Berbagai platform digital memungkinkan seseorang memulai bisnis dengan modal yang relatif terjangkau.
UMKM Jadi Pilar Ekonomi Rakyat
Sebagai penggiat UMKM, Binton menilai sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah merupakan salah satu solusi nyata dalam menghadapi persoalan pengangguran. Menurutnya, UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dan mampu bertahan dalam berbagai situasi ekonomi yang sulit. “UMKM adalah sektor yang paling dekat dengan masyarakat. Ketika UMKM tumbuh, maka peluang kerja juga akan bertambah. Karena itu saya terus mendorong generasi muda untuk berani masuk ke dunia usaha dan memanfaatkan peluang yang ada,” jelasnya. Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha, mulai dari pemasaran melalui media sosial hingga penjualan melalui platform marketplace.
Pemerintah Harus Hadir Mendukung
Selain mendorong semangat kewirausahaan, Binton menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan mendukung. Menurutnya, pemerintah perlu terus memperluas program pelatihan kewirausahaan, pendampingan bisnis, akses permodalan, hingga kemudahan perizinan bagi pelaku usaha pemula. “Anak-anak muda yang ingin memulai usaha harus diberikan ruang dan kesempatan. Pemerintah perlu hadir melalui berbagai program yang membantu mereka berkembang dan bertahan dalam menjalankan usaha,” katanya. Ia juga berharap dunia pendidikan dapat lebih aktif membangun budaya kewirausahaan sehingga lulusan sekolah maupun perguruan tinggi memiliki pilihan karier yang lebih luas.
Optimisme untuk Masa Depan
Binton mengajak generasi muda untuk tidak kehilangan semangat meskipun menghadapi tantangan dalam mencari pekerjaan. Menurutnya, setiap tantangan selalu menghadirkan peluang baru bagi mereka yang mau berusaha dan terus belajar. “Saya memahami kegelisahan banyak anak muda yang sedang mencari pekerjaan. Namun jangan pernah kehilangan harapan. Terus tingkatkan kemampuan, manfaatkan teknologi, dan jangan takut memulai usaha dari hal kecil. Kesuksesan besar selalu diawali oleh langkah pertama yang berani,” tegasnya. Sebagai Anggota DPRD Kota Depok, Binton juga menyatakan komitmennya untuk terus mendorong berbagai kebijakan yang berpihak pada pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan generasi muda. “Generasi muda adalah aset bangsa. Kita harus memberikan mereka kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan menjadi motor penggerak ekonomi Indonesia. Saya optimistis, dengan semangat kerja keras dan inovasi, anak-anak muda Indonesia mampu menciptakan masa depan yang lebih baik untuk dirinya sendiri maupun untuk bangsa,” pungkasnya.
Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja, pesan yang disampaikan Binton Nadapdap menjadi pengingat bahwa masa depan tidak hanya dibangun melalui pekerjaan yang dicari, tetapi juga melalui peluang usaha yang diciptakan. Dengan keberanian berwirausaha, generasi muda tidak hanya membuka jalan bagi dirinya sendiri, tetapi juga menghadirkan harapan dan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

