Spread the love

Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mengemban amanah sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk masa jabatan 2024–2029. Amanah tersebut tentu bukan pekerjaan ringan karena Indonesia merupakan negara besar dengan kebutuhan dan persoalan masyarakat yang sangat beragam. Menurut saya, kepemimpinan nasional tidak cukup dinilai dari banyaknya pidato, perdebatan politik, ataupun ramainya pembicaraan di media sosial. Ukuran yang paling penting adalah apakah kebijakan pemerintah benar-benar bekerja dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

Pemerintahan Harus Fokus kepada Kepentingan Rakyat

Pemerintahan Prabowo-Gibran membawa berbagai agenda pembangunan nasional. Arah pembangunan tersebut harus terus dijaga agar pelaksanaannya benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat. Rakyat membutuhkan harga kebutuhan pokok yang terjangkau, kesempatan bekerja, pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan, kemudahan berusaha, infrastruktur, keamanan, serta pelayanan pemerintahan yang cepat dan tidak berbelit-belit. Program pemerintah akan memiliki arti apabila hasil akhirnya benar-benar terasa sampai ke rumah tangga masyarakat.

UMKM Harus Mendapat Ruang untuk Bertumbuh

Sebagai penggiat dan pelaku UMKM, saya melihat pembangunan ekonomi nasional harus memberikan ruang yang semakin besar kepada usaha mikro, kecil, dan menengah. UMKM membutuhkan lebih dari sekadar bantuan modal. Pelaku usaha juga membutuhkan kemudahan perizinan, akses pembiayaan, pendampingan, teknologi, pemasaran, perlindungan usaha, serta kesempatan masuk ke pasar yang lebih luas. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berjalan bersama agar kebijakan yang dirancang di tingkat nasional tidak menjadi sulit ketika diterapkan di daerah. Jika UMKM berkembang, dampaknya bukan hanya kepada pemilik usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Generasi Muda Harus Mendapat Kesempatan

Kehadiran Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden juga menunjukkan semakin besarnya ruang generasi muda dalam kepemimpinan nasional. Namun persoalan generasi muda bukan hanya mengenai usia pemimpin. Tantangan yang lebih penting adalah bagaimana negara membuka kesempatan bagi anak muda untuk mendapatkan pendidikan, keterampilan, pekerjaan, modal usaha, teknologi, dan ruang berinovasi. Generasi muda harus diberikan kesempatan menjadi pencipta lapangan kerja, pengusaha, profesional, inovator, dan pemimpin masa depan.

Kritik Tetap Dibutuhkan dalam Demokrasi

Mendukung pembangunan bukan berarti masyarakat tidak boleh memberikan kritik. Dalam demokrasi, kritik merupakan bagian penting dari proses memperbaiki pemerintahan. Yang perlu dibangun adalah budaya kritik yang berdasarkan fakta, bertanggung jawab, dan diarahkan kepada perbaikan. Pemerintah juga perlu terbuka terhadap aspirasi masyarakat. Program yang baik harus diteruskan, program yang belum maksimal harus diperbaiki, dan persoalan yang ditemukan di lapangan harus segera diselesaikan. Pemerintahan yang kuat bukan pemerintahan yang tidak pernah dikritik, tetapi pemerintahan yang mampu mendengar, mengevaluasi, dan terus memperbaiki pelayanan kepada rakyat.

Keberhasilan Harus Terasa Sampai ke Daerah

Indonesia tidak hanya Jakarta. Keberhasilan pembangunan nasional harus dirasakan sampai ke provinsi, kota, kabupaten, kecamatan, kelurahan, desa, bahkan lingkungan terkecil masyarakat. Karena itu, sinergi pemerintah pusat dan daerah menjadi sangat penting. Sebagai Anggota DPRD Kota Depok, saya melihat banyak kebijakan nasional pada akhirnya bersentuhan langsung dengan pemerintah daerah, mulai dari pelayanan publik, UMKM, pendidikan, lingkungan, perizinan, pertanahan, hingga pembangunan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah harus mampu menerjemahkan kebijakan nasional menjadi pelayanan yang sederhana, cepat, transparan, dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Membangun Indonesia Membutuhkan Kebersamaan

Menurut saya, membangun Indonesia tidak mungkin dilakukan Presiden dan Wakil Presiden sendirian. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, DPRD, dunia usaha, akademisi, pelaku UMKM, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat. Perbedaan pandangan politik merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Tetapi setelah proses politik selesai, kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok.

Prabowo-Gibran mempunyai tanggung jawab besar untuk membawa Indonesia semakin maju. Pada saat yang sama, seluruh unsur bangsa mempunyai tanggung jawab untuk bekerja, mengawasi, memberikan masukan, dan berkontribusi sesuai bidangnya masing-masing.

Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan janji. Masyarakat membutuhkan hasil. Jika ekonomi semakin kuat, UMKM berkembang, lapangan pekerjaan bertambah, pelayanan publik semakin mudah, pendidikan semakin baik, dan kesejahteraan masyarakat meningkat, maka pembangunan akan mendapatkan kepercayaan rakyat. Karena pemerintahan yang berhasil bukan hanya pemerintahan yang mempunyai program besar, tetapi pemerintahan yang mampu membuat rakyat merasakan bahwa negara benar-benar hadir dalam kehidupan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *