Spread the love

Depok – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di sejumlah sektor usaha menjadi tantangan serius bagi perekonomian nasional. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada meningkatnya angka pengangguran, tetapi juga memengaruhi daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Di tengah situasi tersebut, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi sekaligus penyerap tenaga kerja. Anggota DPRD Kota Depok St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H. menilai penguatan UMKM harus menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan. Menurut Binton, ketika sebagian sektor usaha mengalami perlambatan, UMKM memiliki kemampuan untuk tetap bergerak karena lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki fleksibilitas dalam menjalankan usahanya. “UMKM telah berkali-kali membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Karena itu, pemerintah perlu menjadikan penguatan UMKM sebagai strategi utama untuk membuka lapangan kerja baru sekaligus membantu masyarakat yang terdampak PHK agar dapat kembali produktif,” ujar Binton. Binton yang juga merupakan Mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum Bisnis Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengatakan bahwa kebijakan pengembangan UMKM tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan modal semata. Menurutnya, pelaku UMKM juga membutuhkan pendampingan usaha, pelatihan manajemen, literasi keuangan, digitalisasi pemasaran, serta kemudahan dalam mengakses pasar. “Kita harus membangun ekosistem UMKM yang kuat. Pelaku usaha membutuhkan kepastian regulasi, akses pembiayaan yang mudah, pendampingan berkelanjutan, dan dukungan teknologi agar mampu berkembang serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas,” katanya. Berbekal pengalaman selama 31 tahun berkarier di Bank Rakyat Indonesia (BRI), Binton menilai akses pembiayaan merupakan salah satu tantangan utama yang masih dihadapi banyak pelaku UMKM. Ia mendorong agar lembaga keuangan dan pemerintah terus memperluas akses pembiayaan yang sehat dan produktif bagi pelaku usaha.

Menurutnya, pembiayaan yang disertai edukasi pengelolaan usaha akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar penyaluran modal. “Modal memang penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana usaha tersebut mampu bertahan, berkembang, dan menghasilkan keuntungan. Karena itu, pembiayaan harus diiringi dengan edukasi, pendampingan, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha,” jelasnya. Sebagai Anggota DPRD Kota Depok, Binton melihat bahwa Depok memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM berbasis ekonomi kreatif, kuliner, jasa, teknologi, hingga usaha digital. Menurutnya, keberadaan banyak perguruan tinggi di Kota Depok merupakan modal penting untuk melahirkan inovasi dan wirausaha baru. Ia mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, dan komunitas bisnis untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan. “Generasi muda jangan hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga didorong menjadi pencipta lapangan kerja. Dengan inovasi, pemanfaatan teknologi digital, dan dukungan kebijakan yang tepat, UMKM dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya. Binton juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan penguatan UMKM. Program pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, dan literasi digital perlu terus diperluas agar masyarakat memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada UMKM, mulai dari kemudahan perizinan, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar melalui transformasi digital. “Ketika UMKM tumbuh sehat, maka lapangan kerja akan semakin terbuka, ekonomi daerah bergerak, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat. Oleh karena itu, penguatan UMKM bukan hanya menjadi agenda ekonomi, tetapi juga menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di masa depan,” tutup Binton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *