ILMU TAK BOLEH TERKUBUR: ANGGOTA DPRD DEPOK SERUKAN GERAKAN MEMBACA MENULIS BUKU
Depok – Di era digital yang serba cepat, jutaan informasi berlalu setiap detik. Namun di balik derasnya arus tersebut, ada satu ancaman yang sering tak disadari: ilmu dan pengalaman berharga bisa hilang begitu saja jika tidak dituliskan.
Pesan inilah yang disampaikan oleh St. Binton Jhonson Nadapdap, Anggota DPRD Kota Depok yang juga tengah menempuh pendidikan S3 Hukum. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga pencipta pengetahuan melalui tulisan.
“Kalau tidak ditulis, ilmu itu akan hilang bersama kita,” ujarnya.


Buku Lebih Kuat dari Waktu
Menurutnya, buku memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh jabatan atau kekuasaan. Jabatan bisa berakhir, kekuasaan bisa berganti, namun tulisan dalam buku dapat bertahan lintas generasi.
“Buku adalah jejak pemikiran. Ia bisa hidup jauh setelah penulisnya tiada,” ungkapnya.
Sejarah membuktikan bahwa peradaban besar lahir dari tradisi menulis yang kuat. Gagasan-gagasan yang dituangkan dalam buku menjadi fondasi kemajuan suatu bangsa.
Menulis Bukan Hanya untuk Akademisi
Binton menegaskan bahwa menulis buku bukan hanya milik akademisi atau penulis profesional. Siapa pun yang memiliki pengalaman hidup, pengetahuan, dan niat berbagi dapat mulai menulis.
“Setiap orang punya cerita dan pelajaran hidup. Itu sangat berharga kalau dibagikan,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa menulis merupakan bentuk rasa syukur atas ilmu dan pengalaman yang telah diberikan Tuhan.
Literasi Jadi Kunci Masa Depan
Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan budaya literasi. Minat baca yang belum merata menjadi perhatian serius.
Namun, Binton meyakini bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana.
“Satu buku bisa mengubah cara berpikir seseorang. Bahkan bisa mengubah hidupnya,” ujarnya.
Dari Pengalaman Hidup Menjadi Inspirasi
Perjalanan hidup Binton menjadi contoh nyata. Setelah puluhan tahun berkarier di perbankan BUMN, ia memilih pensiun dini dan mengabdikan diri di dunia politik serta pendidikan.
Kini, selain menjadi Anggota DPRD Kota Depok, ia juga aktif menempuh pendidikan doktoral di bidang hukum.
Pengalaman panjang tersebut ia tuangkan dalam bentuk tulisan dan buku agar dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Aksi Nyata: Bagi Buku Gratis
Tak berhenti pada menulis, Binton juga aktif membagikan buku secara gratis kepada masyarakat. Dalam setiap kegiatan reses, ia kerap membawa buku untuk dibagikan kepada warga.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya nyata membangun budaya membaca dan berpikir kritis.
“Kalau satu orang saja terbantu dari satu buku, itu sudah sangat berarti,” katanya.


Saatnya Kita Menulis
Di akhir pesannya, Binton mengajak semua kalangan untuk mulai menulis.
Tidak perlu menunggu sempurna. Tidak perlu menunggu menjadi ahli.
Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk berbagi.
Karena pada akhirnya, menulis bukan sekadar aktivitas
melainkan warisan pemikiran yang akan terus hidup dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.

