Spread the love

Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok Komisi A dan Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia

Partai Solidaritas Indonesia perlu terus memperkuat konsolidasi dan sosialisasi agar nama partai beserta logo gajah sebagai identitas barunya semakin dikenal oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Dalam video yang beredar di media sosial, Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan bahwa tingkat pengenalan masyarakat terhadap PSI telah mencapai sekitar 78 persen. Namun, pengenalan masyarakat terhadap logo gajah PSI disebut masih berada di kisaran 48 persen. “Baru 78 persen yang kenal PSI. Butuh kita 98 persen. Baru 48 persen yang tahu logo gajah itu PSI, baru 48 persen, separuh penduduk Indonesia,” kata Joko Widodo dalam video tersebut.

Jokowi menekankan bahwa logo gajah harus terus diperkenalkan kepada masyarakat sebagai identitas PSI. Pengenalan tersebut membutuhkan kerja bersama seluruh struktur partai, mulai dari tingkat pusat hingga tingkatan paling bawah. “Gajah itu adalah logonya PSI, harus dikenalkan. Harus ada yang tahu gajah itu adalah PSI. Saya yakin apabila dari tingkat DPP, DPW, DPD, DPC sampai DPRT bersama-sama, saya yakin nanti 2029 PSI akan…” ujar Jokowi. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perjuangan menuju Pemilu 2029 harus dimulai melalui penguatan struktur, konsolidasi organisasi, serta sosialisasi yang dilakukan secara luas dan berkelanjutan.

Menurut saya, pesan Jokowi harus menjadi dorongan bagi seluruh kader PSI untuk semakin aktif bergerak di tengah masyarakat. Pengenalan logo gajah tidak cukup hanya dilakukan melalui pemasangan baliho, spanduk, atribut partai, atau konten media sosial. Logo dan nama PSI harus diperkenalkan bersamaan dengan kerja nyata, program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, serta keberanian kader dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Masyarakat perlu mengetahui bahwa di balik simbol gajah terdapat semangat kekuatan, solidaritas, kebersamaan, keberanian, serta komitmen untuk membangun politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Karena itu, seluruh struktur PSI, mulai dari Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Wilayah, Dewan Pimpinan Daerah, tingkat kecamatan, kelurahan hingga lingkungan masyarakat, harus bergerak dengan arah dan semangat yang sama.

Kader PSI di daerah memiliki peranan penting karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat. Kehadiran kader harus dapat dirasakan melalui kegiatan sosial, pelayanan aspirasi, pendampingan UMKM, perhatian terhadap pendidikan, penciptaan lapangan kerja, pelayanan publik, dan penegakan hukum yang berkeadilan. Menurut saya, masyarakat akan mengenal dan mempercayai sebuah partai bukan hanya karena simbolnya, tetapi juga karena manfaat yang diberikan oleh kader-kadernya. Logo gajah akan semakin kuat apabila diikuti dengan kerja yang konsisten, nyata, dan dapat dirasakan rakyat. Target menuju Pemilu 2029 membutuhkan proses panjang. Tidak ada keberhasilan politik yang dapat diperoleh secara mendadak. Penguatan struktur, kaderisasi, konsolidasi, sosialisasi, serta pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan sejak sekarang.

Pesan Jokowi tentang pentingnya kerja bersama seluruh struktur harus diwujudkan secara serius. Setiap kader harus menjadi penggerak yang memperkenalkan PSI sekaligus menyampaikan gagasan dan program perjuangan partai dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Saya meyakini bahwa apabila seluruh struktur bekerja dengan solid, disiplin, dan dekat dengan rakyat, tingkat pengenalan terhadap PSI dan logo gajah akan terus meningkat.

Tujuan akhirnya bukan hanya agar masyarakat mengenal logo gajah, melainkan agar masyarakat memahami perjuangan PSI dan memberikan kepercayaan karena melihat kerja nyata para kadernya. Dengan konsolidasi yang kuat, organisasi yang berjalan hingga tingkat paling bawah, serta kader yang hadir bersama rakyat, PSI memiliki peluang besar menjadi kekuatan politik yang semakin diperhitungkan pada Pemilu 2029.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *