Binton Nadapdap Serahkan Buku Politik dan Perempuan kepada Rektor Universitas Kristen Indonesia Ibu Prof. Angel Damayanti
Anggota DPRD Kota Depok St. Binton Nadapdap, S.Sos., M.M., M.H. Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia, menyerahkan dua buku karyanya kepada ibu Rektor Universitas Kristen Indonesia, Prof. Angel Damayanti, S.IP., M.Si., M.Sc., Ph.D. dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di sela kegiatan Seminar Nasional tentang Pajak. Kedua buku tersebut berjudul “Politik dan Perempuan” serta “Perempuan dalam Sistem Politik Indonesia.”
Penyerahan buku ini menjadi momen penting dalam diskusi akademik sekaligus refleksi pengalaman praktis di dunia politik. Prof. Angel Damayanti yang baru saja dilantik sebagai Rektor Universitas Kristen Indonesia menggantikan Prof. Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA, menerima langsung buku tersebut sebagai bagian dari kontribusi pemikiran dalam memperkuat kajian politik, demokrasi, dan peran perempuan dalam sistem pemerintahan Indonesia.
Dalam kedua buku tersebut, Binton Nadapdap menyoroti secara akademik dan empiris mengenai posisi strategis perempuan dalam organisasi sosial, politik, maupun dalam proses demokrasi elektoral di Indonesia. Sejak diberlakukannya ketentuan kuota minimal 30% keterwakilan perempuan dalam pencalonan legislatif, negara sebenarnya telah membuka ruang partisipasi yang cukup luas bagi perempuan. Namun dalam praktiknya, keterwakilan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi budaya politik, keberanian personal, maupun dukungan struktural dari partai politik.

Menurut Binton Nadapdap, persoalan utama yang sering ditemui di lapangan bukan semata kurangnya kapasitas perempuan, tetapi lebih kepada faktor keberanian dan kepercayaan diri untuk mengambil peran strategis dalam politik. Banyak perempuan yang memiliki kemampuan akademik, pengalaman organisasi, serta kapasitas kepemimpinan yang memadai, namun masih ragu untuk tampil dan berkompetisi dalam kontestasi politik.
“Dalam pengalaman saya di lapangan, tidak sedikit perempuan yang sebenarnya sangat mampu, memiliki kapasitas intelektual dan pengalaman organisasi yang baik. Namun ketika diberikan kesempatan untuk maju dalam pencalonan atau memimpin organisasi, mereka seringkali masih ragu dan memilih mundur,” ujar Binton Nadapdap.
Fenomena tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari konstruksi sosial budaya yang masih memandang politik sebagai ruang maskulin, hingga minimnya dukungan sistematis dalam membangun kaderisasi perempuan di partai politik maupun organisasi kemasyarakatan.
Melalui kedua buku tersebut, Binton Nadapdap berupaya memberikan analisis yang menggabungkan pendekatan akademik, pengalaman praktis di dunia politik, serta refleksi sosial mengenai pentingnya peran perempuan dalam pembangunan demokrasi Indonesia. Ia menegaskan bahwa perempuan tidak hanya penting sebagai pelengkap dalam sistem politik, tetapi sebagai aktor utama dalam pengambilan keputusan publik.

Lebih jauh, buku ini juga mendorong lahirnya kepemimpinan perempuan yang berintegritas, berpendidikan, dan berani tampil dalam ruang publik, sehingga demokrasi Indonesia dapat berkembang secara lebih inklusif dan representatif.
Penyerahan buku kepada Rektor Universitas Kristen Indonesia ini diharapkan menjadi bagian dari sinergi antara dunia akademik dan praktik politik, dalam memperkuat kajian serta gerakan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Bagi Binton Nadapdap sendiri, menulis buku bukan hanya bagian dari aktivitas intelektual, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral seorang politisi untuk menyumbangkan gagasan bagi kemajuan demokrasi dan pembangunan bangsa.


Lanjutkan …
terima kasih ya kak