Prabowo Paparkan Kondisi Bangsa di Hadapan Ulama NU, Binton Nadapdap: Persatuan dan Optimisme Harus Terus Dijaga

Spread the love

Depok – Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Bangkalan, Madura, Selasa (23/6). Dalam pidatonya di hadapan para ulama dan tokoh NU, Presiden Prabowo menyampaikan pandangannya mengenai kondisi bangsa Indonesia serta berbagai capaian dan tantangan yang dihadapi selama masa pemerintahannya. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah berbagai dinamika global yang terus berkembang. Ia juga menyoroti sejumlah perkembangan yang dinilai menunjukkan arah positif bagi Indonesia, baik dari sisi ekonomi, pembangunan, maupun stabilitas nasional. Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang semakin maju apabila seluruh elemen bangsa mampu bekerja sama dan mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun golongan. Forum Munas Alim Ulama dan Konbes NU sendiri menjadi salah satu agenda penting yang mempertemukan para ulama, cendekiawan, dan pemangku kepentingan untuk membahas berbagai isu strategis kebangsaan, keumatan, serta pembangunan nasional.

Menanggapi pidato Presiden Prabowo tersebut, Binton Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H., selaku Anggota DPRD Kota Depok dan Ketua DPD PSI Kota Depok, menilai bahwa optimisme terhadap masa depan Indonesia perlu terus dibangun dengan dibarengi kerja nyata dari seluruh pihak. “Pesan Presiden mengenai pentingnya persatuan dan semangat membangun bangsa harus menjadi perhatian bersama. Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang, namun keberhasilan itu hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas, toleransi, dan semangat gotong royong,” ujar Binton. Menurutnya, peran organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama sangat penting dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. “NU selama ini memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan bangsa. Dialog antara pemerintah dan tokoh-tokoh agama harus terus diperkuat agar setiap kebijakan pembangunan dapat berjalan dengan baik serta mendapat dukungan masyarakat,” katanya.

Binton juga mengingatkan bahwa berbagai capaian pembangunan harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan ekonomi rakyat. “Masyarakat tentu berharap setiap program pemerintah mampu meningkatkan kesejahteraan secara nyata. Karena itu, selain menjaga optimisme, pemerintah juga harus terus memastikan bahwa hasil pembangunan dapat dirasakan hingga ke tingkat bawah,” tambahnya. Ia berharap momentum Munas Alim Ulama dan Konbes NU dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam menjaga persatuan nasional serta mendorong percepatan pembangunan Indonesia. “Ketika pemerintah, ulama, dan masyarakat berjalan bersama, maka tantangan apa pun akan lebih mudah dihadapi. Semangat kebersamaan inilah yang harus terus dijaga demi Indonesia yang semakin maju dan sejahtera,” tutup Binton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *