Spread the love

Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor (S3) Hukum – Konsentrasi Hukum Bisnis, Universitas Kristen Indonesia

Dalam politik, mendapatkan perhatian masyarakat mungkin dapat terjadi dalam waktu singkat, tetapi membangun kepercayaan membutuhkan proses yang panjang. Popularitas bisa naik karena sebuah momentum, pemberitaan, figur tertentu, atau isu yang sedang ramai. Namun menurut saya, partai politik yang ingin tumbuh besar dan bertahan lama tidak boleh hanya bergantung pada momentum. Partai harus dibangun melalui konsistensi, kerja organisasi, kedekatan dengan masyarakat, serta keberanian membuktikan bahwa kehadirannya benar-benar memberikan manfaat.

Inilah salah satu tantangan penting bagi Kaesang Pangarep dalam memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menjadi pemimpin partai bukan hanya soal membawa partai semakin dikenal, tetapi juga memastikan kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Kepercayaan tersebut tidak bisa dibangun hanya melalui pidato, baliho, media sosial, atau pemberitaan. Kepercayaan lahir ketika masyarakat melihat bahwa apa yang disampaikan oleh partai sesuai dengan apa yang dikerjakan.

Menurut saya, politik mempunyai persoalan besar ketika masyarakat mulai merasa bahwa partai hanya hadir menjelang pemilu. Ketika membutuhkan suara, masyarakat didatangi. Ketika pemilu selesai, hubungan dengan masyarakat ikut berkurang. Pola seperti ini harus diubah. Kalau PSI ingin menjadi partai besar, kader-kadernya harus hadir jauh sebelum masa kampanye dan tetap bekerja setelah pemilu selesai.

Partai politik seharusnya menjadi jembatan antara masyarakat dan proses pengambilan kebijakan. Ketika masyarakat mengalami kesulitan dalam pelayanan publik, kader harus mau mendengar. Ketika pelaku UMKM membutuhkan informasi mengenai legalitas, pembiayaan, pemasaran, atau program pemerintah, kader harus dapat membantu memberikan arah. Ketika warga menghadapi persoalan lingkungan, pendidikan, kesehatan, maupun administrasi pemerintahan, partai harus mampu memperjuangkan aspirasi melalui jalur yang benar. Partai akan dipercaya bukan karena banyak berbicara tentang rakyat, tetapi karena rakyat merasakan kehadirannya.

Kaesang mempunyai tantangan untuk memastikan semangat tersebut berjalan sampai ke daerah. Sebuah partai tidak mungkin dibesarkan hanya dari kantor pusat. Ketua umum juga tidak mungkin bekerja sendiri. Kekuatan sebenarnya terletak pada struktur yang hidup dari tingkat pusat sampai tingkat paling bawah.

DPP harus mempunyai arah yang jelas. DPW harus mampu menggerakkan wilayah. DPD harus mengenal persoalan daerahnya. DPC harus dekat dengan masyarakat di kecamatan. Struktur di tingkat paling bawah harus mengetahui kehidupan warga di lingkungannya. Menurut saya, struktur partai jangan hanya lengkap di atas kertas. Struktur harus hidup dalam kegiatan nyata. Lebih baik mempunyai kader yang sederhana tetapi rajin hadir bersama masyarakat daripada mempunyai kepengurusan yang besar tetapi tidak pernah terlihat bekerja.

Konsistensi menjadi kunci. Masyarakat dapat membedakan siapa yang hadir hanya ketika membutuhkan suara dan siapa yang memang mempunyai kepedulian sejak awal. Sekali atau dua kali melakukan kegiatan sosial mungkin dapat menarik perhatian, tetapi kepercayaan tidak lahir dari satu kegiatan. Kepercayaan dibangun dari kehadiran yang berulang, komunikasi yang baik, serta kesediaan untuk terus membantu meskipun tidak sedang menghadapi pemilu.

Dalam dunia usaha saya belajar bahwa mendapatkan pelanggan satu kali tidak terlalu sulit. Tantangan sebenarnya adalah membuat pelanggan kembali karena merasa puas dan percaya. Dalam politik pun prinsipnya hampir sama. Mendapatkan perhatian masyarakat mungkin dapat dilakukan melalui momentum, tetapi mempertahankan kepercayaan hanya dapat dilakukan melalui konsistensi.

Karena itu, Kaesang tidak hanya mempunyai tugas meningkatkan popularitas PSI. Tugas yang lebih besar adalah membangun budaya organisasi yang mampu menjaga kepercayaan. Kader harus mempunyai disiplin, integritas, kemampuan berkomunikasi, serta pengetahuan mengenai persoalan masyarakat.

Partai juga harus berani melakukan evaluasi. Kalau ada struktur yang tidak berjalan, harus diperbaiki. Kalau ada kader yang tidak bekerja, harus dibina. Kalau strategi tidak menghasilkan sesuatu yang baik, jangan takut melakukan perubahan. Organisasi yang sehat bukan organisasi yang merasa selalu benar, tetapi organisasi yang mau belajar dari kekurangan.

Kepercayaan publik juga sangat terkait dengan integritas. Masyarakat sekarang semakin kritis dan mempunyai akses informasi yang sangat luas. Perkataan serta tindakan seorang tokoh politik dapat dengan cepat diketahui publik. Karena itu, kader partai harus memahami bahwa perilaku satu orang dapat memengaruhi penilaian terhadap seluruh organisasi.

Semakin besar sebuah partai, semakin besar pula tanggung jawab menjaga perilaku kadernya. Jangan sampai perjuangan yang dibangun bertahun-tahun rusak karena tindakan yang tidak bertanggung jawab. Menurut saya, integritas harus dimulai dari hal sederhana: jujur terhadap masyarakat, tidak menjanjikan sesuatu yang tidak mampu dilakukan, berani mengakui kekurangan, dan mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan. Politik membutuhkan keberanian, tetapi politik juga membutuhkan kejujuran.

Kaesang juga perlu memastikan PSI mempunyai isu perjuangan yang jelas dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Rakyat setiap hari menghadapi persoalan harga kebutuhan, pekerjaan, pendidikan, pelayanan kesehatan, UMKM, transportasi, perumahan, lingkungan, dan pelayanan birokrasi. Partai harus berbicara mengenai persoalan-persoalan tersebut dengan solusi yang realistis.

Sebagai penggiat dan pelaku UMKM, saya melihat persoalan ekonomi masyarakat harus mendapatkan perhatian serius. Banyak masyarakat bekerja keras setiap hari tetapi masih sulit mengembangkan usahanya. Ada yang terkendala modal, pemasaran, legalitas, teknologi, maupun akses terhadap program pemerintah.

Kalau partai mampu hadir mendampingi persoalan seperti ini, masyarakat akan melihat politik dari sisi yang berbeda. Politik tidak lagi sekadar urusan perebutan kursi, tetapi menjadi sarana untuk membantu kehidupan rakyat. Partai politik jangan hanya hadir membawa atribut. Datanglah membawa gagasan dan solusi.

Hal yang sama berlaku dalam menjaga hubungan dengan masyarakat. Jangan hanya mengundang warga ketika ada acara partai. Kader juga harus bersedia menghadiri kegiatan masyarakat, mendengarkan keluhan mereka, dan memahami kehidupan mereka secara langsung. Kadang-kadang persoalan yang dianggap kecil oleh pejabat merupakan persoalan yang sangat besar bagi masyarakat. Sebuah dokumen yang sulit diurus, jalan lingkungan yang rusak, masalah sampah, akses pendidikan, atau pelayanan administrasi dapat memengaruhi kehidupan keluarga setiap hari.

Menuju masa depan, tantangan Kaesang juga bukan hanya membawa PSI memenangkan lebih banyak kursi. Menurut saya, kemenangan elektoral memang penting bagi sebuah partai politik, tetapi kursi harus menjadi akibat dari kepercayaan rakyat, bukan satu-satunya tujuan politik.

Kalau masyarakat sudah melihat kader bekerja, struktur bergerak, gagasan jelas, dan integritas dijaga, dukungan politik akan mempunyai fondasi yang jauh lebih kuat. Sebaliknya, kalau seluruh energi hanya digunakan untuk mengejar suara tanpa membangun hubungan dengan masyarakat, keberhasilan yang diperoleh mungkin hanya berlangsung sesaat.

Momentum politik memang diperlukan. Setiap partai membutuhkan momentum untuk tumbuh. Namun momentum hanyalah pintu masuk. Setelah pintu terbuka, organisasi harus bekerja mempertahankan kepercayaan.

Menurut saya, inilah ujian kepemimpinan Kaesang: bukan hanya bagaimana membuat PSI mendapatkan perhatian, tetapi bagaimana menjadikan perhatian tersebut berubah menjadi kepercayaan yang bertahan dalam jangka panjang.

Kepercayaan tidak dapat dibeli, tidak dapat dipaksakan, dan tidak terbentuk hanya melalui pencitraan. Kepercayaan harus diperoleh melalui kerja, integritas, konsistensi, dan keberpihakan kepada masyarakat.

Pada akhirnya, partai besar tidak dibangun dalam satu malam. Partai besar tumbuh dari ribuan kader yang bekerja di berbagai daerah, dari hubungan yang dijaga dengan masyarakat, dari gagasan yang diperjuangkan secara konsisten, dan dari kemampuan organisasi untuk tetap hadir ketika tidak sedang musim pemilu.

Menurut saya, Kaesang mempunyai tanggung jawab besar untuk membangun PSI bukan sebagai partai yang hanya kuat ketika momentum datang, tetapi sebagai partai yang mempunyai fondasi, struktur, kader, gagasan, dan kepercayaan masyarakat.

Popularitas dapat berubah dengan cepat dan momentum dapat datang lalu pergi. Tetapi apabila kepercayaan sudah dibangun melalui konsistensi dan kerja nyata, itulah modal yang dapat membuat sebuah partai tumbuh besar dan bertahan lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *