UMKM NAIK KELAS, KEMISKINAN BISA TUNTAS INI STRATEGI YANG DIUNGKAP ANGGOTA DPRD DEPOK
Depok, 6 April 2026 – Di tengah kekayaan sumber daya yang dimiliki Indonesia, satu pertanyaan besar terus muncul: mengapa kemiskinan masih ada?
Bagi St. Binton Jhonson Nadapdap, Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, jawabannya sebenarnya sederhana dan ada di depan mata: UMKM dan koperasi.
Menurutnya, jika dua kekuatan ekonomi rakyat ini benar-benar digerakkan secara serius, kemiskinan di tingkat desa dan kelurahan bukan hal yang mustahil untuk dituntaskan.
Binton Nadapdap maju dari Partai Solidaritas Indonesia salah satu isu perjuangannya adalah UMKM dan itu selalu ada di setiap spanduk kampanyenya

UMKM Binaan Binton Nadapdap Anggota DPRD Depok
UMKM: Kekuatan Besar yang Sering Berjalan Sendiri
Sebagai mantan bankir di Bank Rakyat Indonesia yang puluhan tahun menangani pembiayaan UMKM di berbagai daerah, Binton melihat langsung realita di lapangan.
“UMKM itu tulang punggung ekonomi kita. Dari warung kecil, pedagang kaki lima, sampai usaha rumahan semuanya menggerakkan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Namun ia juga menyoroti masalah klasik yang terus berulang:
UMKM sering berjalan sendiri tanpa dukungan sistem yang kuat.
Mulai dari keterbatasan modal, akses pasar yang sempit, hingga minimnya pembinaan, menjadi hambatan utama yang membuat UMKM sulit berkembang.
Koperasi Jadi Kunci: Bukan Sekadar Wacana
Binton menegaskan bahwa solusi besar sebenarnya sudah ada, yaitu melalui sinergi dengan Koperasi Desa dan Kelurahan (KopDesKel).
Ia menggambarkan sebuah skenario sederhana namun berdampak besar:
Jika setiap desa dan kelurahan memiliki koperasi yang aktif dan kuat, maka koperasi bisa menjadi:
- Penggerak modal usaha rakyat
- Pusat distribusi produk UMKM
- Tempat pelatihan dan pendampingan usaha
- Jembatan menuju pasar digital
“Kalau ini berjalan, ekonomi akan bergerak dari bawah. Dan itu yang paling kuat,” tegasnya.
Era Digital: UMKM Harus Berubah atau Tertinggal
Di era sekarang, menurut Binton, tantangan UMKM bukan hanya soal produksi tetapi juga adaptasi.
Perubahan perilaku konsumen yang kini beralih ke digital menjadi faktor penting.
“Hari ini orang belanja lewat HP. Kalau produk tidak masuk marketplace dan media sosial, pasti tertinggal,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong pelaku UMKM untuk segera bertransformasi dengan langkah konkret:
- Go Digital
- Meningkatkan kualitas dan kemasan produk
- Mengurus legalitas usaha
- Bergabung dengan koperasi
Dampak Besar: Dari Lapangan Kerja hingga Pengentasan Kemiskinan
Jika langkah-langkah tersebut dilakukan secara masif dan terintegrasi, dampaknya dinilai akan sangat besar.
Mulai dari terbukanya lapangan kerja baru, meningkatnya pendapatan masyarakat, hingga berkurangnya angka kemiskinan secara signifikan.
Tak hanya itu, ekonomi rakyat juga akan menjadi lebih kuat dan mandiri.
“Inilah ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya ekonomi yang dibangun dari kekuatan rakyat sendiri,” katanya.

Waktu kampanye tetap memperjuangkan UMKM
Bukan Sekadar Ide, Tapi Jalan Nyata
Di akhir pernyataannya, Binton menyampaikan keyakinannya dengan tegas:
“Kalau UMKM naik kelas dan koperasi hidup, kemiskinan di desa dan kelurahan bisa kita tuntaskan.”
Baginya, ini bukan sekadar wacana atau konsep di atas kertas.
Melainkan sebuah jalan nyata yang bisa diwujudkan jika ada kemauan, kolaborasi, dan gerakan bersama.

