Spread the love

Oleh: St. Binton Jhonson Nadapdap, S.Sos., S.H., M.M., M.H.
Anggota DPRD Kota Depok – Komisi A | Ketua DPD PSI Kota Depok | Purnabakti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk setelah 31 tahun pengabdian | Penggiat dan Pelaku UMKM | Mahasiswa Program Doktor Hukum Universitas Kristen Indonesia

Pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Pada 18 September 2026, Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa biaya pendidikan pada satuan pendidikan negeri, mulai dari SD, SMP, SMA hingga universitas negeri, harus gratis. Presiden juga menyampaikan rencana untuk membahas pelaksanaannya lebih lanjut melalui rapat terbatas pemerintah.

Menurut saya, semangat memperluas akses pendidikan seperti ini penting karena kemampuan ekonomi keluarga seharusnya tidak menjadi penghalang bagi anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang baik.

Fondasi Pendidikan Sudah Ada

Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menilai gagasan tersebut tidak perlu dimulai seluruhnya dari awal. Menurutnya, Indonesia telah memiliki berbagai fondasi pembiayaan pendidikan yang dapat dikembangkan dan diperkuat. Ia menekankan perlunya pemerintah menerjemahkan gagasan pendidikan gratis menjadi desain kebijakan, mekanisme pembiayaan, dan tahapan pelaksanaan yang jelas.

Menurut saya, pembangunan pendidikan memang membutuhkan kesinambungan. Program yang sudah baik perlu dilanjutkan, kekurangannya diperbaiki, dan jangkauannya diperluas.

Gratis Harus Tetap Berkualitas

Pendidikan gratis tidak boleh hanya dimaknai sebagai penghapusan biaya. Sekolah dan perguruan tinggi tetap membutuhkan guru dan dosen berkualitas, fasilitas belajar, teknologi, laboratorium, penelitian, serta biaya operasional.

Prof. Didik juga mengusulkan agar sistem pendidikan tinggi tetap mempertimbangkan kemampuan akademik dan memberikan perhatian kepada mahasiswa dari kelompok ekonomi kurang mampu. Itu merupakan usulan Prof. Didik mengenai desain kebijakan, bukan keputusan pemerintah yang sudah berlaku.

Menurut saya, akses yang luas dan kualitas pendidikan harus berjalan bersama. Gratis jangan sampai membuat mutu pendidikan menurun.

Pendidikan adalah Investasi Bangsa

Pendidikan bukan sekadar persoalan anggaran. Pendidikan adalah investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia.

Anak yang memperoleh pendidikan berkualitas mempunyai kesempatan lebih besar untuk meningkatkan keterampilan, memasuki dunia kerja, berwirausaha, serta mengikuti perkembangan teknologi.

Karena itu, kebijakan pendidikan harus dirancang untuk jangka panjang dan tidak bergantung pada pergantian pemerintahan.

Menurut saya, pemerintahan boleh berganti, tetapi pembangunan pendidikan harus terus berjalan. Fondasi yang sudah tersedia perlu diperkuat agar semakin banyak anak Indonesia mempunyai kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.

Gagasan pendidikan gratis dari SD hingga perguruan tinggi negeri kini masih memerlukan pembahasan teknis mengenai pembiayaan dan pelaksanaannya. Tantangannya adalah memastikan kebijakan tersebut dapat dijalankan secara berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas pendidikan.

Pendidikan yang semakin mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan akan menjadi salah satu modal penting untuk membangun Indonesia di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *