Binton Nadapdap: Pesan Kaesang Pangarep Adalah Panggilan Perjuangan, Indonesia Harus Merdeka dari Kebodohan, Kesengsaraan, dan Kelaparan
Depok – Pernyataan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang menyebut Indonesia harus merdeka dari kebodohan, kesengsaraan, dan kelaparan mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPD PSI Kota Depok, Binton Nadapdap, S.Sos.,S.H.,M.M., M.H. Menurut Binton, tiga hal yang disampaikan Kaesang bukan sekadar rangkaian kata yang enak didengar, melainkan refleksi atas tantangan nyata yang masih dihadapi bangsa Indonesia hingga saat ini. Ia menilai kemerdekaan Indonesia belum sepenuhnya selesai selama masih ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan kebutuhan pangan yang layak.”Pesan Mas Kaesang sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Kemerdekaan tidak boleh dimaknai hanya sebagai peristiwa sejarah pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, ketika rakyat bisa belajar dengan baik, hidup sejahtera, dan tidak lagi mengalami kelaparan,” ujar Binton.
Kebodohan Adalah Musuh Bangsa di Era Modern
Binton menegaskan bahwa tantangan terbesar Indonesia ke depan bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kualitas sumber daya manusia. Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), masyarakat dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis dan literasi yang memadai. Menurutnya, kebodohan saat ini tidak hanya berarti buta huruf, tetapi juga rendahnya kemampuan memahami informasi, hukum, teknologi, dan perkembangan ekonomi.”Bangsa yang besar adalah bangsa yang cerdas. Karena itu, negara harus memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang berkualitas tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun daerah tempat tinggalnya,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan posisi Indonesia dalam persaingan global menuju Indonesia Emas 2045.
Kesengsaraan Harus Dilawan dengan Keadilan Ekonomi
Selain pendidikan, Binton menyoroti persoalan kesengsaraan yang masih dirasakan sebagian masyarakat akibat kemiskinan, pengangguran, tingginya biaya hidup, hingga ketimpangan ekonomi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional harus mampu dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Ia menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap sektor UMKM, petani, nelayan, pekerja, dan generasi muda yang sedang berjuang membangun usaha maupun mencari pekerjaan. “Pembangunan tidak boleh hanya terlihat dari gedung-gedung tinggi atau angka statistik. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat merasakan peningkatan kesejahteraan dan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik,” kata Binton. Menurutnya, keadilan sosial harus menjadi orientasi utama dalam setiap kebijakan pembangunan agar tidak terjadi kesenjangan yang semakin lebar.
Kelaparan Bukan Sekadar Persoalan Pangan
Binton juga mengingatkan bahwa kelaparan merupakan persoalan serius yang berkaitan langsung dengan martabat manusia dan masa depan bangsa. Ia menilai negara harus hadir untuk memastikan setiap warga negara memiliki akses terhadap pangan yang cukup, sehat, dan terjangkau. Selain itu, penguatan sektor pertanian, peternakan, serta distribusi pangan harus menjadi prioritas nasional. “Kelaparan bukan hanya soal makanan yang tidak tersedia. Kelaparan adalah persoalan keadilan sosial. Selama masih ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, maka perjuangan kemerdekaan belum sepenuhnya tuntas,” ujarnya. Binton juga menyoroti pentingnya upaya pencegahan stunting dan malnutrisi yang dapat memengaruhi kualitas generasi masa depan Indonesia.
Pesan Kaesang Selaras dengan Amanat Konstitusi
Lebih lanjut, Binton menilai pesan yang disampaikan Kaesang Pangarep sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga generasi muda untuk bersama-sama menjadikan tiga agenda tersebut sebagai gerakan nasional. Menurutnya, cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila bangsa ini berhasil membangun masyarakat yang berpendidikan, memiliki kesejahteraan yang merata, serta terbebas dari ancaman kelaparan. “Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya menjadi slogan. Kita harus bekerja bersama memastikan lahir generasi yang cerdas, masyarakat yang sejahtera, dan bangsa yang kuat. Merdeka dari kebodohan, kesengsaraan, dan kelaparan adalah makna kemerdekaan yang sesungguhnya,” pungkas Binton
Pesan Utama Kaesang Pangarep untuk Indonesia
1.Merdeka dari kebodohan melalui pendidikan dan literasi berkualitas.
2.Merdeka dari kesengsaraan melalui pemerataan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
3.Merdeka dari kelaparan melalui ketahanan pangan dan keadilan sosial.
4.Mewujudkan Indonesia Emas 2045 dengan SDM unggul dan pembangunan yang inklusif.
5.Menjalankan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.

